BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO KPBN Naik, Bursa Malaysia Menguat Sejalan Kenaikan Minyak Nabati Global

12 Juni 2026|Harga KPBN Inacom Naik
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO KPBN Naik, Bursa Malaysia Menguat Sejalan Kenaikan Minyak Nabati Global

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.

(2026/06/12) Harga CPO KPBN naik Rp175/kg menjadi Rp15.400/kg; kontrak CPO Bursa Malaysia untuk Agustus 2026 menguat RM30/ton ke RM4.568/ton.

(2026/06/12) Harga CPO PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) naik Rp175 per kg menjadi Rp15.400/kg pada Kamis (11/6/2026), sementara kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives menguat RM30 per ton atau 0,66% ke RM4.568 per ton.

Kenaikan harga domestik KPBN dan penguatan di Bursa Malaysia berkelindan: KPBN mencatat harga Franco Dumai Rp15.400/kg, FOB Talang Duku Rp15.200/kg dan Loco Parindu tidak ada bidder, menunjukkan permintaan tender lokal yang selektif pada sesi tersebut.

Pergerakan di Bursa Malaysia didorong oleh sentimen komoditas global; Reuters melaporkan bahwa minyak nabati pesaing mengalami penguatan, termasuk kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,51% dan kontrak minyak sawit Dalian naik 0,88% pada periode yang sama.

Data pasar lain yang dikutip menyebutkan bahwa harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga meningkat 0,38%, sebuah faktor eksternal yang turut menopang permintaan spekulatif untuk kontrak CPO di pasar berjangka.

Selain harga CPO, tender KPBN juga memuat harga CPKO: Franco Dumai tercatat Rp25.735/kg dengan penawaran tertinggi Rp25.125 (WD), Loco Sei Mangkei Rp25.663/kg (penawar UNILEVER), FOB Lampung Rp25.661/kg (WD) dan FOB Palembang Rp25.491/kg (WD). Rincian ini menggambarkan perbedaan spread antara produk olahan dan CPO di beberapa pelabuhan muat.

Indikator likuiditas Bursa Malaysia dan pasar berjangka regional diperkuat oleh kenaikan harga minyak nabati di bursa-bursa Asia; kombinasi penguatan Dalian dan CBOT disebutkan secara eksplisit oleh laporan pasar yang dikutip KPBN. Pergerakan ini terjadi di tengah volatilitas nilai tukar dan arus ekspor yang belum dirinci oleh KPBN.

Mengenai prospek jangka pendek, laporan merujuk pada lanjutan tren penguatan tertopang faktor global—dengan catatan bahwa data tender lokal menunjukkan permintaan tersegmentasi antar pelabuhan muat. Tender KPBN menunjukkan tidak adanya bidder di Loco Parindu, yang dapat menjadi sinyal permintaan lokal yang terkonsentrasi pada pelabuhan tertentu.

Untuk minggu-minggu ke depan, pasar akan mencermati perkembangan harga minyak nabati global dan data ketersediaan pasokan area muat seperti Dumai, Talang Duku dan Lampung yang tercantum dalam tender KPBN; perubahan pada permintaan pembeli besar juga diperkirakan akan mempengaruhi spread CPO-CPKO yang tercatat dalam tender hari itu.

Sumber: