Harga CPO Tertekan, Ekspor Indonesia Terancam Kenaikan Tarif Impor India

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) Indonesia mengalami penurunan, sementara rencana India untuk menaikkan tarif impor berpotensi mengancam kinerja ekspor CPO RI.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan signifikan, sementara rencana pemerintah India untuk menaikkan tarif impor menjadi 27,5% menambah tantangan bagi industri sawit tanah air. Penurunan harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat sebesar Rp 15.108/kg pada 27 Februari 2025, turun 1,38% dari hari sebelumnya. Kondisi ini diperparah dengan anjloknya harga CPO di Bursa Malaysia, yang menandakan prospek yang suram bagi pasar sawit global.
Menurut informasi yang dirilis oleh InfoSAWIT, harga CPO pada hari sebelumnya mencapai Rp 15.320/kg, namun kemudian menurun akibat melemahnya harga minyak nabati lainnya serta faktor-faktor eksternal seperti peningkatan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Dalam konteks ini, harga minyak mentah juga mengalami penurunan, yang turut mempengaruhi harga CPO di pasar internasional.
Sementara itu, kebijakan India untuk menaikkan bea masuk impor CPO bertujuan untuk melindungi petani lokal yang tertekan oleh harga minyak lokal yang murah. Kenaikan tarif ini berpotensi menekan kinerja ekspor CPO Indonesia, yang mana sekitar 40% dari total ekspor CPO Indonesia diserap oleh India. Menurut analisis Agrifood dari CNBC Indonesia, jika tarif baru diterapkan, ekspor CPO Indonesia yang mencapai 8,6 juta ton pada tahun 2024 dapat terancam, mengingat India merupakan salah satu pasar utama bagi CPO RI.
- Kelapa Sawit Indonesia: Permintaan Global dan Tantangan Harga di Tengah Ketegangan Internasional (23 Februari 2026)
- Impor Minyak Sawit India Turun 19% di Tengah Lonjakan Harga Global (2 April 2026)
- Ekspor CPO dan Batu Bara Indonesia Mengalami Penurunan di Tengah Kenaikan Kinerja Ekspor Nasional (23 Februari 2026)
- Nilai Ekspor CPO Tembus US$4,69 Miliar, Dorong Surplus Neraca Perdagangan (1 April 2026)
Dalam konteks ini, dampak dari kenaikan tarif impor India akan sangat signifikan bagi industri sawit Indonesia, yang sudah menghadapi tantangan dari penurunan harga. Sektor ini sangat bergantung pada pasar India, dan penurunan permintaan dari negara tersebut dapat memicu penurunan lebih lanjut dalam volume ekspor CPO Indonesia.
Dengan harga CPO yang terus menurun dan rencana pemerintah India yang berpotensi memperburuk situasi, industri kelapa sawit Indonesia harus memikirkan strategi untuk mengatasi tantangan ini. Diversifikasi pasar serta upaya untuk meningkatkan kualitas produk menjadi langkah yang perlu diambil untuk mempertahankan daya saing di pasar global.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Lagi Pada Kamis (27 per 2), Harga CPO di Bursa Malaysia Anjlok โ Info Sawit (2025-02-27)
- Video Waspada! Ekspor Sawit RI Terancam Kenaikan Tarif Impor India โ CNBC (2025-02-27)
- Dampak Kenaikan Bea Masuk India Terhadap Ekspor CPO Indonesia โ Hortus (2025-02-27)
- Harga Minyak Mentah Anjlok ke Level Terendah dalam Dua Bulan โ Kumparan (2025-02-27)