BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau dan Sumut Turun, Dampak dari Penurunan CPO

23 Februari 2026|Penurunan Harga TBS Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau dan Sumut Turun, Dampak dari Penurunan CPO

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Sumatera Utara mengalami penurunan signifikan, dipicu oleh fluktuasi harga CPO di pasar global.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Sumatera Utara menunjukkan tren penurunan dalam periode 18 hingga 24 Juni 2025. Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) yang terjadi di pasar, yang memberi dampak langsung pada petani swadaya dan mitra di kedua provinsi tersebut.

Di Riau, Dinas Perkebunan setempat mengumumkan bahwa harga TBS untuk tanaman berusia 9 tahun kini ditetapkan sebesar Rp3.160,49 per kilogram. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, menjelaskan bahwa penetapan harga ini didasarkan pada hasil kajian terbaru dari PPKS Medan yang menunjukkan penurunan harga CPO dan kernel di pasaran. Hal ini sangat mempengaruhi harga TBS yang dihasilkan oleh para petani swadaya.

Sementara itu, di Sumatera Utara, harga TBS juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Sumut, harga TBS untuk periode yang sama tercatat sebesar Rp3.236 per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp3.315 per kilogram. Penurunan ini membuat harga TBS di Sumut kini berada di bawah Rp3.300 per kilogram, sementara harga CPO justru mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp13.489 per kilogram. Disisi lain, harga kernel lokal juga mengalami penurunan menjadi Rp9.707 per kilogram dari sebelumnya Rp12.127.

Rincian harga TBS di Sumatera Utara berdasarkan usia tanaman menunjukkan bahwa harga mengalami variasi. Misalnya, untuk TBS dari tanaman berusia 3 tahun dijual seharga Rp2.511, sementara untuk tanaman berusia 4 tahun harganya berada di Rp2.748. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga TBS secara keseluruhan menurun, perbedaan harga masih ada berdasarkan kategori usia tanaman.

Penurunan harga TBS di kedua provinsi tersebut menjadi perhatian serius bagi para petani sawit, terutama dalam konteks keberlanjutan usaha mereka. Banyak petani yang mengandalkan pendapatan dari hasil panen sawit, sehingga fluktuasi harga seperti ini dapat berdampak pada kesejahteraan mereka. Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih besar dalam mengatasi tantangan ini, terutama dalam bentuk kebijakan yang dapat membantu stabilisasi harga di pasar.

Dengan kondisi harga yang fluktuatif ini, penting bagi petani untuk tetap memperhatikan aspek efisiensi dalam produksi dan manajemen usaha. Selain itu, diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah dari hasil perkebunan juga menjadi langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian di pasar global.

Sumber:

  • Harga TBS Swadaya Riau 18โ€“24 Juni 2025 Turun, Cek Daftar Lengkapnya โ€” Hai Sawit (2025-06-18)
  • Harga TBS di Sumut Makin Anjlok Pekan Ini, Cek Rinciannya โ€” Detik (2025-06-18)