Harga TBS Kelapa Sawit Naik di Tengah Inflasi Tinggi di Mukomuko

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga tandan buah segar kelapa sawit di Riau meningkat, sementara Mukomuko mengalami inflasi tertinggi akibat mahalnya harga pangan.
(2026/03/16) Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau naik menjadi Rp 3.886 per kilogram, sementara Kabupaten Mukomuko di Bengkulu menghadapi inflasi tertinggi akibat tingginya harga pangan. Kenaikan harga TBS ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang sulit di beberapa daerah, termasuk Mukomuko yang lebih memilih fokus pada perkebunan kelapa sawit dibandingkan tanaman pangan lainnya.
Di Kabupaten Mukomuko, Bupati Choirul Huda mengungkapkan bahwa daerah tersebut menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Bengkulu. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga pangan yang diakibatkan oleh ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Masyarakat lebih memilih untuk menanam kelapa sawit karena nilai ekonominya yang lebih tinggi, mengabaikan tanaman hortikultura yang seharusnya dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal. Ini mengakibatkan pasokan pangan yang mahal karena harus didatangkan dari Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.
Sementara itu, Dinas Perkebunan Provinsi Riau telah menetapkan harga TBS untuk periode 18 hingga 31 Maret 2026, yang mengalami kenaikan sebesar Rp 163,30 per kilogram atau 4,39 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi petani kelapa sawit, terutama menjelang Lebaran ketika permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat.
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global (1 April 2026)
- Harga CPO Malaysia Capai Puncak Tertinggi dalam 15 Bulan (5 April 2026)
Harga baru ini berlaku untuk kelompok umur kelapa sawit 9 tahun yang memiliki rendemen terbaik. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil kajian dari PPKS Medan dan telah disepakati oleh tim terkait. Dengan harga TBS yang meningkat, diharapkan para petani dapat merasakan manfaat dari kenaikan ini meskipun di saat yang sama mereka juga menghadapi tantangan akibat inflasi yang tinggi di daerah lain.
Dampak dari inflasi tinggi di Mukomuko bisa berpengaruh pada daya beli masyarakat dan ketahanan pangan daerah tersebut. Jika masyarakat terus bergantung pada kelapa sawit dan mengabaikan pertanian pangan lainnya, maka risiko ketidakstabilan pasokan pangan akan semakin meningkat. Kenaikan harga TBS kelapa sawit di Riau bisa menjadi kabar baik bagi petani, namun harus diimbangi dengan kebijakan yang dapat menyejahterakan semua sektor pertanian di daerah tersebut.
Sumber:
- Warganya Lebih Suka Tanam Sawit, Bupati Mukomuko Keluhkan Inflasi Tinggi โ Kompas (2026-03-16)
- Jelang Lebaran, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Jadi Rp3.886 per Kg โ Media Center Riau (2026-03-16)