BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga CPO dan TBS Sawit Mendorong Pergerakan Pasar di Indonesia

23 Februari 2026|Kenaikan Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga CPO dan TBS Sawit Mendorong Pergerakan Pasar di Indonesia

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Kenaikan harga minyak sawit dan tandan buah segar (TBS) di Indonesia menciptakan dampak positif bagi petani dan industri, meskipun ada tantangan dari kebijakan luar negeri.

Indonesia mengalami pergerakan signifikan dalam harga minyak sawit dan tandan buah segar (TBS) yang memberikan harapan baru bagi petani dan pelaku industri. Dalam periode 23 hingga 29 April 2025, Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga TBS kelapa sawit mitra plasma mengalami kenaikan, terutama untuk kelompok umur 9 tahun yang meningkat sebesar Rp 11,06/Kg, membawa harga TBS menjadi Rp 3.635,82/Kg. Kenaikan ini mencerminkan hasil kajian terbaru dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Mukti Sardjono, mengungkapkan bahwa harga crude palm oil (CPO) juga menunjukan tren positif. Dalam beberapa waktu terakhir, harga CPO berhasil melampaui harga minyak kedelai, dengan data menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit dalam negeri meningkat menjadi 45,22% pada tahun 2024, didorong oleh penggunaan biodiesel yang mencapai 11,44 juta ton. Kenaikan harga CPO ini tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Namun, di tengah kenaikan harga tersebut, Gapki juga mengingatkan akan dampak negatif dari kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Tarif impor sebesar 32% yang ditetapkan telah membebani daya saing ekspor minyak sawit Indonesia. Mukti menjelaskan bahwa peninjauan kembali terhadap beban ekspor ini sangat diperlukan agar Indonesia dapat mempertahankan dan meningkatkan posisinya di pasar internasional.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan evaluasi terhadap harga eceran tertinggi (HET) untuk produk minyak, termasuk Minyakita, yang mengalami kenaikan menjadi Rp 15.700 per liter. Kenaikan ini merupakan respons terhadap kondisi ekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Penyesuaian tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak bagi masyarakat.

Dari sisi pasar, harga komoditas lainnya juga menunjukkan pergerakan yang positif. Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, dipicu oleh sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran dan perbaikan pasar ekuitas global. Kenaikan harga CPO di Bursa Malaysia juga mendukung tren positif ini, dengan harga kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Juli 2025 ditutup lebih tinggi, mencerminkan sentimen yang kuat di pasar minyak nabati.

Secara keseluruhan, kenaikan harga TBS dan CPO memberikan dampak positif bagi petani kelapa sawit di Indonesia, meskipun tantangan dari kebijakan luar negeri tetap mengancam. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan pelaku industri sangat penting untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia di pasar global.

Sumber:

  • Harga Kernel Naik, Ikut Dongkrak Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma โ€” Media Center Riau (2025-04-23)
  • Gapki Sebut Harga CPO Makin Mahal hingga Lampaui Minyak Kedelai โ€” Bisnis Indonesia (2025-04-23)
  • Kebijakan Tarif Impor Tinggi dari Amerika Serikat Tingkatkan Beban Ekspor CPO dan Produk Turunannya โ€” Sawit Indonesia (2025-04-23)
  • MinyaKita: Analisis Risiko Kesejangan Harga dan Implementasi Kebijakan โ€” Kumparan (2025-04-23)
  • Harga Komoditas: Timah Naik 1,5 Persen, Batu Bara Turun 1,21 Persen โ€” Kumparan (2025-04-23)
  • Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Naik, Kelompok Umur 9 Tahun Catat Kenaikan Tertinggi Rp25,59 per Kg โ€” Media Center Riau (2025-04-23)
  • Harga CPO KPBN Inacom Meningkat Pada Rabu (23 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik โ€” Info Sawit (2025-04-23)
  • Harga Sawit Riau Pekan Ini Naik Menjadi Rp3.635,82 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2025-04-23)