Penurunan Harga CPO Terjadi di Tengah Kenaikan Harga Minyak Mentah

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan, sementara harga minyak mentah global justru menunjukkan kenaikan akibat ketegangan di Timur Tengah.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mencatatkan penurunan yang signifikan, seiring dengan kondisi pasar global yang tengah berfluktuasi. Pada Rabu (11/6/2025), PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menetapkan harga CPO di Rp13.125/kg, mengalami penurunan sebesar 1,52% atau sekitar Rp203/kg dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan harga ini turut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan dari China, yang mempengaruhi pasar CPO secara keseluruhan.
Harga CPO di berbagai lokasi juga mengalami penyesuaian. CPO Franco Belawan dan Dumai ditetapkan sebesar Rp13.125/kg, sedangkan CPO franco Teluk Bayur berada di Rp13.015/kg. CPO Loco Sei Tapung sedikit lebih rendah, ditetapkan di Rp12.906/kg. Penurunan harga ini menandakan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit di tengah ketidakpastian pasar global.
Sementara itu, di pasar internasional, harga minyak mentah mengalami lonjakan yang signifikan pada hari yang sama. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait situasi di Irak. Menurut laporan, Amerika Serikat bersiap untuk mengevakuasi kedutaan besar mereka di Irak, yang memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan minyak. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,34 persen menjadi USD 69,77 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 4,88 persen menjadi USD 68,15 per barel. Kenaikan harga minyak mentah ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.
- Harga TBS dan CPO di Jambi Meningkat Signifikan Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
Ketegangan ini turut mempengaruhi pasar bahan baku lainnya, di mana harga batu bara juga menunjukkan penguatan. Namun, di sisi lain, CPO dan komoditas lainnya seperti nikel mengalami penurunan karena lemahnya permintaan dari negara-negara pengimpor besar, terutama China. Ini menunjukkan bahwa meskipun harga minyak mentah sedang meningkat, dampak terhadap pasar CPO belum mampu memberikan efek positif yang sama.
Secara keseluruhan, kondisi ini memberikan gambaran yang kompleks tentang situasi industri kelapa sawit di Indonesia. Dengan adanya penurunan harga CPO yang berkelanjutan, pelaku pasar harus bersiap dengan tantangan yang ada, sementara di sisi lain, ketegangan geopolitik dapat memberikan tekanan tambahan terhadap pasar global.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Melorot 1,52 Persen Pada Rabu โ Info Sawit (2025-06-12)
- Harga Minyak Mentah Melesat 4 Persen Imbas Ketegangan AS-Irak โ Kumparan (2025-06-12)