Penurunan Harga Minyak Sawit Dorong Lonjakan Impor dari India

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan signifikan, mendorong India untuk kembali menggenjot impor setelah lima bulan lesu.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan, dengan dampak yang terasa tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar global. Pada Senin (5/5/2025), PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menetapkan harga CPO sebesar Rp13.500/kg, mengalami penurunan sebesar 1,51% atau sekitar Rp207/kg jika dibandingkan dengan harga tertinggi sebelumnya yang mencapai Rp13.707/kg. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren lesu yang telah terjadi di Bursa Malaysia, di mana harga kontrak minyak sawit merosot untuk sesi kelima berturut-turut.
Di tengah penurunan harga ini, India kembali meningkatkan volume impor minyak sawit setelah mengalami penurunan selama lima bulan terakhir. Menurut laporan, harga minyak sawit yang kini lebih kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya, seperti minyak kedelai, telah mendorong perusahaan-perusahaan penyulingan di India untuk kembali memesan pasokan baru. CEO Sunvin Group, Sandeep Bajoria, menyatakan bahwa sebelumnya banyak perusahaan di India menghentikan pembelian minyak sawit karena harganya yang terlalu tinggi. Namun, dengan penurunan harga yang terjadi, mereka kini berusaha untuk menambah cadangan domestik yang menipis.
Pada periode awal tahun 2025, harga minyak sawit berjangka di Malaysia telah jatuh hampir 10%, menambah daya tarik bagi para importir. Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar minyak sawit global, termasuk bagi produsen di Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tantangan dari penguatan nilai mata uang ringgit yang berdampak pada harga jual di luar negeri.
- Dinamika Harga CPO di Tengah Penurunan Impor Minyak Nabati India (23 Februari 2026)
- Impor Minyak Sawit India Turun 19% di Tengah Lonjakan Harga Global (2 April 2026)
- Penurunan Stok CPO: Dampak dari Peningkatan Ekspor dan Konsumsi (23 Februari 2026)
- Ekspor Sawit Indonesia Capai Rp591 Triliun di 2025, Produksi CPO Stagnan (12 Maret 2026)
Situasi ini menunjukkan dinamika yang kompleks dalam industri minyak sawit, di mana harga komoditas ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pasar global dan kebijakan perdagangan internasional. Dengan adanya lonjakan impor dari India, diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi pasar yang tengah bergejolak ini, serta menciptakan peluang bagi produsen Indonesia untuk kembali bersaing di pasar global.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Melorot Pada Senin (5 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Lesu โ Info Sawit (2025-05-05)
- Harga Minyak Sawit Turun, India Genjot Impor Setelah Lima Bulan Lesu โ Info Sawit (2025-05-05)