BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Penurunan Harga TBS Sawit di Riau dan Kalimantan Timur: Dampak dan Implikasinya

22 Februari 2026|Penurunan Harga TBS Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Penurunan Harga TBS Sawit di Riau dan Kalimantan Timur: Dampak dan Implikasinya

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau dan Kalimantan Timur mengalami penurunan pada awal Februari 2025, mempengaruhi pendapatan petani dan industri sawit.

Pada awal Februari 2025, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Kalimantan Timur mencatatkan penurunan yang signifikan, memicu perhatian dari berbagai kalangan, termasuk petani dan pemangku kebijakan. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar dan fluktuasi harga komoditas global yang berdampak langsung kepada sektor perkebunan kelapa sawit.

Di Riau, harga TBS untuk sawit umur 9 tahun mengalami penurunan sebesar Rp 59,59 menjadi Rp 3.405,88 per kilogram. Penetapan harga ini diumumkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan berlaku untuk periode 5 hingga 11 Februari 2025. Sebelumnya, pada periode 22 Januari hingga 4 Februari 2025, harga TBS sempat meningkat meskipun hanya sebesar Rp 3,14 per kilogram. Kenaikan ini tidak bertahan lama, dan kini harga TBS telah terjun ke level yang lebih rendah, menciptakan kekhawatiran di kalangan petani.

Selain itu, harga TBS dari petani mitra plasma juga menunjukkan penurunan yang signifikan, sementara petani mitra swadaya hanya merasakan penurunan tipis sebesar Rp 12,59 per kilogram untuk TBS umur 9 tahun, menjadikannya Rp 3.344,70 per kilogram. Meskipun demikian, harga TBS mitra swadaya masih lebih rendah dibandingkan dengan harga mitra plasma, yang menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara kedua kelompok petani ini.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, harga TBS juga mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel). Kepala Dinas Perkebunan Kaltim mengungkapkan bahwa harga CPO tertimbang ditetapkan sebesar Rp 14.204,55 per kilogram. Ini menjadi indikasi bahwa tren penurunan harga TBS di Riau juga sejalan dengan kondisi di Kalimantan Timur, di mana harga TBS umur 3 tahun tercatat Rp 2.841,23 per kilogram.

Penurunan harga TBS ini tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan dan daya tarik investasi di sektor perkebunan kelapa sawit. Di tengah tantangan ini, penting bagi pemerintahan daerah dan pusat untuk merumuskan kebijakan yang mendukung keberlangsungan industri perkebunan sawit. Langkah-langkah seperti peningkatan efisiensi produksi, penguatan kemitraan antara petani dan perusahaan, serta diversifikasi produk perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang.

Para petani diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah-ubah dan mencari alternatif sumber pendapatan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Sektor kelapa sawit yang merupakan salah satu andalan ekonomi Indonesia memerlukan perhatian serius agar tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 5-11 Februari 2025 Turun Rp 59,59 Per Kg โ€” Info Sawit (2025-02-04)
  • Begini Nasib Harga TBS Mitra Plasma Riau Periode 5-11 Februari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-02-04)
  • Harga TBS Kaltim Mengalami Penurunan โ€” Sawit Indonesia (2025-02-04)
  • Cuma Turun Rp 12,59 Harga TBS Mitra Swadaya Riau Periode 5-11 Februari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-02-04)