BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Regulasi & Perizinan

Peremajaan Sawit Rakyat dan Pelatihan Auditor ISPO Dukung Tata Kelola Sawit

21 April 2026|Menyasar Daerah Sumsel Ditarget
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Peremajaan Sawit Rakyat dan Pelatihan Auditor ISPO Dukung Tata Kelola Sawit

Gambar menunjukkan lahan yang sedang diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk mendukung kebijakan pemerintah.

Peremajaan sawit rakyat di Sumsel ditargetkan 3.600 hektare, sementara pelatihan auditor ISPO ke-16 digelar untuk memperkuat tata kelola industri sawit Indonesia.

(2026/04/21) Indonesia mengintensifkan upaya peremajaan sawit rakyat (PSR) di Sumatera Selatan dengan target 3.600 hektare di delapan kabupaten. Pada saat yang sama, pelatihan auditor ISPO angkatan ke-16 diselenggarakan untuk memperkuat tata kelola industri sawit nasional.

Peremajaan sawit rakyat menjadi salah satu program penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit. Plt Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ichwansyah, menyatakan bahwa alokasi terbesar PSR berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, masing-masing dengan 1.000 hektare. Selain itu, kabupaten lain seperti Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Muara Enim, dan Muratara juga mendapatkan alokasi untuk PSR, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani sawit.

Di sisi lain, Pengurus Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam pengelolaan industri sawit. Dalam audiensi dengan PT Agrinas Palma Nusantara, mereka menyoroti pentingnya tata kelola yang baik, terutama dalam kerja sama operasional di sektor sawit. Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, menyatakan bahwa masukan dari GEKIRA adalah bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Seiring dengan itu, PT Sumberdaya Indonesia Berjaya menyelenggarakan pelatihan auditor ISPO ke-16 untuk mempersiapkan auditor berkualitas dalam menghadapi tuntutan pasar global yang semakin ketat. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta dari kalangan industri sawit dan calon auditor, yang akan menjalani tahap teori dan praktik lapangan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting untuk menjaga kredibilitas industri sawit Indonesia di mata internasional.

Dengan berbagai inisiatif ini, terlihat adanya upaya nyata untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan industri kelapa sawit. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan reputasi industri sawit Indonesia di pasar global.

Sumber: