BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Pergerakan Harga CPO dan Dampaknya Terhadap Ekspor Minyak Sawit Indonesia

23 Februari 2026|Kenaikan Harga CPO dan Ekspor
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pergerakan Harga CPO dan Dampaknya Terhadap Ekspor Minyak Sawit Indonesia

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga CPO mengalami kenaikan yang signifikan di berbagai bursa, sementara ekspor minyak sawit Indonesia diperkirakan akan meningkat seiring dengan tren pasar global.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan dalam beberapa pekan terakhir. Pada Jumat, 13 Juni 2025, harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom tercatat sebesar Rp13.360/kg, naik 1,02% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini mengikuti penguatan harga CPO di Bursa Malaysia yang didorong oleh lonjakan harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing.

Secara rinci, harga CPO pada Kamis, 12 Juni 2025, juga mengalami kenaikan sebesar 0,76% menjadi Rp13.225/kg. Meningkatnya permintaan di pasar internasional, terutama untuk biofuel, menjadi salah satu faktor pendorong utama di balik kenaikan harga ini. Seiring dengan itu, sektor minyak sawit Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan pasokan yang substansial pada musim 2025/2026, sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi di negara-negara produsen utama lainnya.

Namun, tidak semua kabar baik menyertai kenaikan harga CPO. Di Jambi, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mengalami penurunan sebesar Rp63,81 per kilogram akibat lonjakan stok CPO global, terutama dari Malaysia. Penurunan harga ini disebabkan oleh produksi dan impor yang melebihi permintaan ekspor, yang mengakibatkan koreksi harga TBS di tingkat lokal. Hal ini menunjukkan dampak dari dinamika pasar global yang mempengaruhi harga di tingkat petani.

Di tengah fluktuasi harga CPO dan TBS, tren pasar minyak nabati global menunjukkan prospek yang cerah. Analisis dari Hedgepoint Global Markets memperkirakan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia akan meningkat seiring dengan permintaan global yang terus bertumbuh. Peningkatan ini dipicu oleh kebutuhan biofuel yang semakin mendesak, di mana beberapa negara berencana meningkatkan bauran energi terbarukan mereka. Dengan demikian, meskipun terdapat tantangan di pasar domestik, ada harapan bagi para pelaku industri untuk memanfaatkan peluang di pasar internasional.

Secara keseluruhan, pergerakan harga CPO yang positif di pasar internasional memberikan angin segar bagi industri kelapa sawit Indonesia, tetapi tantangan di tingkat lokal seperti fluktuasi harga TBS tetap perlu mendapatkan perhatian agar kesejahteraan petani tetap terjaga. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,76 Persen Pada Kamis (12 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat Tipis โ€” Info Sawit (2025-06-13)
  • Harga Minyak Mentah Turun, Batu Bara dan CPO Naik โ€” Kumparan (2025-06-13)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,02 Persen Pada Jumat (13 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat โ€” Info Sawit (2025-06-13)
  • Tren Pasar Minyak Nabati Global, Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat โ€” Bisnis Indonesia (2025-06-13)
  • Harga Sawit di Jambi Turun Rp 63,81 per Kg akibat Lonjakan CPO Malaysia โ€” Kompas (2025-06-13)