Pergerakan Harga Minyak Goreng dan CPO: Tren Baru di Medan dan Bursa

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Warga Medan mulai beralih dari Minyakita ke minyak goreng curah, sementara harga CPO mengalami penurunan di pasar. Apa yang memicu perubahan ini?
Warga kota Medan menunjukkan perubahan signifikan dalam kebiasaan konsumsi minyak goreng. Dalam beberapa waktu terakhir, mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Minyakita, minyak goreng yang disubsidi pemerintah. Sebuah tren baru mulai terlihat di mana masyarakat Medan beralih ke minyak goreng curah, yang harganya mengalami penurunan.
Menurut pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, harga minyak goreng curah telah menurun dari Rp 19.000 menjadi Rp 17.500 per kilogram. Penurunan harga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, yang sebelumnya lebih memilih produk bersubsidi. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHP) mendukung pergeseran ini, menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih cermat dalam memilih minyak goreng yang akan digunakan.
Sementara itu, dalam sektor komoditas minyak sawit, harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom juga mengalami penurunan. Pada tanggal 5 Juni 2025, harga CPO ditetapkan sebesar Rp 13.343/kg, mengalami penurunan sekitar 0,31% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan harga ini mencerminkan pergerakan yang lebih luas di pasar global, di mana harga CPO di Bursa Malaysia juga melemah, terpengaruh oleh aksi ambil untung dan penurunan harga minyak mentah.
- Stabilitas Harga Minyak Goreng dan Perkembangan Pasar Kelapa Sawit di Indonesia (22 Februari 2026)
- Harga CPO Turun, Mendag Pastikan Stabilitas Minyak Goreng (13 Maret 2026)
- Kebijakan Sawit Indonesia: Antara Kebutuhan Energi dan Lingkungan (22 Februari 2026)
- Inovasi dan Hilirisasi Produk Sawit: Mendorong UMKM dan Merek Lokal (22 Februari 2026)
Proses tender harga CPO yang dilakukan KPBN menunjukkan adanya variasi harga di berbagai pelabuhan. Misalnya, harga CPO di Pelabuhan Belawan dan Dumai menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan pelabuhan di Sumatera Barat dan Jambi. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lokal yang mempengaruhi harga, termasuk pasokan dan permintaan di masing-masing daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, harga komoditas global juga menunjukkan pergerakan yang beragam. Minyak mentah dan nikel mengalami penurunan, sementara batu bara dan timah menunjukkan penguatan. Data dari pasar menunjukkan bahwa harga minyak mentah AS turun 0,88 persen, yang menciptakan kekhawatiran baru terkait pasokan, terutama di tengah peningkatan produksi OPEC+.
Dengan tren baru dalam kebiasaan konsumsi di Medan dan penurunan harga CPO di tingkat nasional, para pelaku pasar perlu mencermati perubahan ini. Apakah ini akan menjadi pola baru dalam konsumsi minyak goreng di Indonesia? Atau apakah harga CPO akan kembali stabil di masa mendatang? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk diikuti, mengingat dampaknya terhadap perekonomian lokal dan nasional.
Sumber:
- Warga Medan Sudah Tidak Lagi Tergantung pada Minyakita โ Media Perkebunan (2025-06-05)
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Kamis (5 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Melemah โ Info Sawit (2025-06-05)
- Begini Hasil Akhir Proses Tender Harga CPO Periode 4 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-05)
- Harga Komoditas Global Beragam: Minyak dan Nikel Turun, Batu Bara dan Timah Naik โ Kumparan (2025-06-05)