Stabilitas Harga Minyak Goreng dan Perkembangan Pasar Kelapa Sawit di Indonesia

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.
Pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas harga minyak goreng dan komoditas pangan lainnya di tengah fluktuasi pasar kelapa sawit yang bergerak dinamis.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau situasi pasar menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dalam kunjungannya ke Pasar Gede Hardjonagoro di Surakarta, Wamendag Roro menegaskan bahwa beberapa komoditas, termasuk bawang merah dan bawang putih, menunjukkan fluktuasi harga namun secara umum masih stabil.
Namun, tekanan harga juga tercermin di negara tetangga, Malaysia, di mana konsumen mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng dalam kemasan 1 kg dan 2 kg. Kelangkaan ini disebabkan oleh berhentinya pasokan dari pemasok sejak awal tahun 2025. Harga jual untuk minyak sawit lokal di Johor sudah mencapai RM6.90 untuk 1 kg dan RM12.70 untuk 2 kg, jauh lebih mahal dibandingkan dengan minyak nabati lainnya seperti minyak kacang dan canola.
Di sisi lain, pasar kelapa sawit di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pergerakan yang signifikan. Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami kenaikan sebesar 0,9 persen, menjadi Rp14.933/kg. Kenaikan ini sejalan dengan tren positif di Bursa Malaysia, di mana harga CPO untuk kontrak mendatang juga mengalami peningkatan. Menurut data, harga CPO di Bursa Malaysia untuk Maret, April, dan Mei telah naik ke angka RM4.669, RM4.520, dan RM4.417.
- Skema MinyaKita: Kontroversi dan Tindakan Tegas Pemerintah (22 Februari 2026)
- Pergerakan Harga Minyak Goreng dan CPO: Tren Baru di Medan dan Bursa (23 Februari 2026)
- Kebijakan Sawit Indonesia: Antara Kebutuhan Energi dan Lingkungan (22 Februari 2026)
- Kenaikan Harga Minyak Goreng Menjelang Ramadan dan Upaya Stabilitas Pasar (22 Februari 2026)
Harga tandan buah sawit (TBS) di Riau juga menunjukkan tren kenaikan, tercatat sebesar Rp3.658,61 per kg untuk periode satu minggu ke depan, meningkat Rp37,65 per kg dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini, menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, disebabkan oleh kenaikan harga CPO yang berpengaruh langsung terhadap nilai TBS.
Namun, meskipun terdapat peningkatan harga CPO, sektor ekspor kelapa sawit Indonesia mengalami penurunan. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan bahwa nilai ekspor produk sawit pada tahun 2024 mencapai Rp440 triliun, turun dari Rp463 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi pada hampir semua jenis produk, kecuali oleokimia. Meskipun harga Free On Board (FOB) dalam dolar AS per ton mengalami kenaikan, namun hal tersebut tidak cukup untuk mengangkat total nilai ekspor secara keseluruhan.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas pasar kelapa sawit Indonesia yang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kebijakan pemerintah, dinamika harga global, dan permintaan domestik. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat membantu menstabilkan harga dan meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.
Sumber:
- Wamendag Roro: Harga Minyak Goreng Minyakita Relatif Stabil โ Agrofarm (2025-03-06)
- Shortage of 1kg, 2kg bottles of cooking oil in Johor amid rising crude palm oil prices โ Straits Time (2025-03-06)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,9 Persen Pada Kamis (6 per 3), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik Tipis โ Info Sawit (2025-03-06)
- Harga TBS Riau Rp3.658,61 per kg untuk Satu Minggu Kedepan โ Sawit Indonesia (2025-03-06)
- Ekspor Kelapa Sawit Turun Jadi Rp 440 triliun Sepanjang Tahun 2024 โ Kontan (2025-03-06)