Pergerakan Harga Minyak Sawit di Tengah Penurunan Stok Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan di Indonesia, sementara India menghadapi penurunan stok minyak nabati yang signifikan, berpotensi mendorong kenaikan impor.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan pada pertengahan April 2025. PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menetapkan harga CPO mencapai Rp14.260 per kilogram, mencatat penurunan sebesar 0,45% atau sekitar Rp65 dibandingkan harga sebelumnya. Penurunan ini terjadi dalam konteks lesunya harga minyak sawit di Bursa Malaysia, yang juga dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak kedelai di pasar Chicago serta meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Harga CPO Franco Belawan dan Dumai ditetapkan pada Rp14.260/kg, sedangkan harga CPO Franco Teluk Bayur berada di Rp14.130/kg, dan CPO Talang Duku di Rp14.060/kg. Penurunan harga ini menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat fluktuasi harga CPO di pasar global yang kerap mempengaruhi daya saing produk minyak sawit Indonesia.
Sementara itu, tren global menunjukkan bahwa India mengalami penurunan stok minyak nabati yang signifikan, dengan persediaan menyusut ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh rendahnya impor minyak sawit selama empat bulan berturut-turut, yang menciptakan kekhawatiran di kalangan produsen dan pedagang. Stok minyak nabati India pada awal April tercatat hanya 1,67 juta metrik ton, turun 11,3% dibandingkan bulan sebelumnya, dan merupakan posisi terendah sejak Desember 2021.
Walaupun terdapat peningkatan impor minyak sawit sebesar 14% pada bulan Maret menjadi 424.599 ton, angka ini masih jauh dari angka yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Penurunan stok ini diperkirakan akan mendorong kenaikan impor minyak sawit dan minyak kedelai dalam waktu dekat. Jika hal ini terjadi, kondisi tersebut dapat memberikan angin segar bagi harga minyak sawit Malaysia dan minyak kedelai berjangka di Amerika Serikat.
Kondisi ini menimbulkan harapan baru di pasar minyak sawit, di tengah penurunan harga yang terjadi di Indonesia. Para analis pasar memperkirakan bahwa permintaan minyak sawit dari India dapat berkontribusi pada pemulihan harga CPO di Indonesia, terutama jika impor minyak sawit meningkat untuk mengatasi kekurangan yang terjadi.
Dengan dinamika ini, pelaku industri minyak sawit di Indonesia perlu memantau perkembangan di pasar global dan dalam negeri, untuk menyesuaikan strategi bisnis mereka dengan perubahan yang terjadi. Kesempatan untuk meningkatkan ekspor dan memperbaiki posisi pasar akan sangat bergantung pada bagaimana mereka merespons fluktuasi harga dan permintaan di pasar internasional.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,45 Persen pada Senin (14 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Lesu โ Info Sawit (2025-04-14)
- Stok Minyak Nabati India Terendah dalam Tiga Tahun, Impor Minyak Sawit Diprediksi Naik โ Info Sawit (2025-04-14)