Prabowo Sebut Kelapa Sawit 'Tanaman Ajaib' Sebagai Pilar Kemandirian Energi dan Pangan

Prabowo memberikan pidato mengenai pentingnya industri kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo menyebut kelapa sawit sebagai 'tanaman ajaib' dan menegaskan Indonesia telah berhenti impor solar per 1 Juli; pemerintah siapkan antisipasi El Nino dan cadangan pangan cukup.
(2026/09/20) Presiden Prabowo Subianto menegaskan kelapa sawit menjadi salah satu pilar kemandirian energi dan pangan Indonesia serta menyebut komoditas itu sebagai "tanaman ajaib" saat pidato di Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo pada Sabtu, 19 September 2026.
Presiden mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, termasuk El Nino dan kekeringan, dan menyatakan cadangan pangan nasional saat ini cukup. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks upaya memperkuat swasembada pangan dan swasembada energi demi mengurangi ketergantungan pada impor di tengah kancah geopolitik global.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung capaian di sektor energi dengan menyebut bahwa sejak 1 Juli Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan kini mampu memenuhi kebutuhan solar melalui produksi dalam negeri. Pernyataan ini mengaitkan peran kelapa sawit yang menurut Presiden dapat diolah menjadi berbagai produk turunan sekaligus sumber energi untuk kebutuhan bahan bakar nasional.
- Pemerintah Amankan Pasokan Solar dengan Program B50 di Tengah Gejolak Geopolitik (13 Oktober 2026)
- Mentan Tekankan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Fondasi Hilirisasi dan Kedaulatan Energi (29 Oktober 2026)
- Prabowo: Swasembada Solar lewat B50, Pertamina Kembangkan 'Green Gasoline' dari Sawit (14 Agustus 2026)
- BPDP Siapkan Dana untuk B50 dan Subsidi Solar Nelayan, Pemerintah Tegaskan B50 Aman, Kajian B60 Dimulai (16 Juli 2026)
Presiden secara eksplisit menyatakan, "Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita. Yang saya katakan, kelapa sawit mungkin itu adalah tanaman ajaib. The miracle plant, the miracle crop." Ucapan tersebut menegaskan pandangan pemerintah yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis dalam kebijakan energi dan pangan.
Selain isu sawit dan energi, Prabowo juga memberi penjelasan mengenai kesiapan pangan domestik. Ia menilai swasembada pangan telah tercapai dan menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan antisipasi terhadap cuaca buruk. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan himbauan kepada generasi muda santri Gontor agar optimistis, kritis terhadap informasi media sosial, dan siap mengambil alih kepemimpinan masa depan.
Pidato Presiden bertepatan dengan peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, yang menghadirkan tokoh nasional dan pesan-pesan kebangsaan. Pernyataan soal kelapa sawit dan penghentian impor solar menempatkan sektor perkebunan sebagai bagian dari strategi keamanan pasokan energi, sementara klaim tentang cadangan pangan merujuk pada kesiapan pemerintah menghadapi potensi gangguan produksi pada musim kering.
Siaran acara mencatat tanggal pernyataan dan konteks acara sebagai fakta konkret: pidato disampaikan pada Sabtu, 19 September 2026 di Balai Pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan sejak 1 Juli pemerintah disebut tidak lagi mengimpor solar.
Sumber: