BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Stok Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah, Pengaruhnya Terhadap Harga CPO

10 Maret 2026|Stok sawit Malaysia turun
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Stok Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah, Pengaruhnya Terhadap Harga CPO

Konglomerat Indonesia

Stok minyak sawit Malaysia turun ke level terendah dalam empat bulan, mempengaruhi harga CPO dan kondisi emiten sawit di Indonesia.

(2026/03/10) Stok minyak sawit Malaysia mengalami penurunan signifikan pada Februari 2026, mencapai 2,70 juta ton, terendah dalam empat bulan terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya produksi minyak sawit mentah yang mencapai 1,28 juta ton, anjlok 18,6% dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun ekspor juga mengalami penurunan 22,5%.

Penurunan ini sangat penting bagi industri sawit Indonesia, mengingat Malaysia adalah salah satu pesaing utama dalam pasar global minyak sawit. Dengan stok yang menyusut, dampaknya terhadap harga CPO (minyak sawit mentah) diharapkan akan terasa. Data dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan bahwa meski ada penurunan ekspor dan lonjakan impor, produksi yang merosot tajam menjadi faktor utama penyebab terkikisnya stok.

Produksi minyak sawit Malaysia yang turun tajam menjadi 1,28 juta ton pada Februari berbanding 1,58 juta ton di Januari. Ini merupakan sinyal bahwa sektor sawit di Malaysia, yang juga berpengaruh terhadap harga CPO global, sedang mengalami tantangan besar. Di sisi lain, ekspor minyak sawit Malaysia tercatat menurun menjadi 1,13 juta ton, memperburuk situasi stok.

Sementara itu, pergerakan saham emiten sawit di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren yang variatif. Beberapa emiten mengalami penurunan, seperti PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang turun 5,56% menjadi Rp1.530 per saham. Namun, di tengah kondisi tersebut, saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) justru meningkat, menunjukkan bahwa pasar memberikan respons berbeda terhadap pergerakan harga CPO dan kondisi stok.

Dampak dari penurunan stok dan produksi ini dapat berlanjut ke depan, mempengaruhi proyeksi harga CPO dan keputusan investasi di sektor sawit. Dengan kondisi yang tidak menentu, para pelaku pasar harus memantau perkembangan ini secara ketat, terutama menjelang bulan-bulan mendatang yang biasanya menunjukkan fluktuasi permintaan dan penawaran.

Secara keseluruhan, penurunan stok minyak sawit Malaysia menjadi indikator penting yang dapat mempengaruhi harga minyak sawit mentah dan kondisi emiten sawit di Indonesia. Pelaku pasar dan investor perlu bersiap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi dalam industri sawit global.

Sumber:

  • Stok Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah Empat Bulan pada Februari โ€” Kontan (2026-03-10)
  • Stok Minyak Sawit Malaysia Turun ke Level Terendah Empat Bulan di Februari โ€” Kontan (2026-03-10)
  • Saham Emiten Sawit Bergerak Variatif, SGRO dan STAA Menguat Pada Senin (9 per 3) โ€” Info Sawit (2026-03-10)