BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Ekspor CPO Naik Signifikan, Namun Harga TBS Sawit Turun di Beberapa Provinsi

23 Februari 2026|Ekspor CPO dan Harga TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Ekspor CPO Naik Signifikan, Namun Harga TBS Sawit Turun di Beberapa Provinsi

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Meskipun ekspor crude palm oil (CPO) mengalami lonjakan pada Maret 2025, harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah provinsi justru menurun, menciptakan tantangan bagi petani.

Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam nilai ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO) pada Maret 2025, meskipun di sisi lain, beberapa provinsi mengalami penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor CPO dan turunannya mencapai US$2,19 miliar atau sekitar Rp35,345 triliun, meningkat 40,85 persen dibandingkan Maret 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang kuat secara tahunan, meskipun secara bulanan mengalami penurunan 3,55 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS, Amalia Adininggar, mengungkapkan bahwa meskipun kinerja ekspor CPO menunjukkan tren positif, penurunan harga CPO yang terjadi pada bulan April 2025 berimbas langsung pada harga TBS sawit di beberapa provinsi. Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara adalah tiga provinsi yang menghadapi penurunan harga TBS. Di Sumatera Barat, misalnya, harga TBS untuk tanaman umur 10-20 tahun turun menjadi Rp3.668,56/kg, dari sebelumnya Rp3.828,09/kg. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya harga CPO yang terdaftar di Rp14.130,61/kg pada periode yang sama.

Selain itu, harga CPO juga mengalami penurunan di pasar, dengan harga di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom ditetapkan sebesar Rp14.001/kg, turun sekitar Rp224/kg dari harga sebelumnya. Penurunan harga CPO di pasar juga tercatat di Bursa Malaysia, di mana harga minyak sawit mengalami penurunan untuk sesi keenam berturut-turut. Hal ini dipicu oleh melemahnya harga minyak kedelai dan minyak mentah, serta penguatan mata uang ringgit yang menekan pasar.

Di tengah kondisi ini, sektor lainnya seperti batubara mengalami kontraksi ekspor yang lebih signifikan, dengan nilai ekspor batubara pada Maret 2025 mencapai US$1,97 miliar, turun 5,54 persen secara bulanan dan 23,14 persen secara tahunan. Kinerja yang beragam di sektor komoditas ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi para pelaku industri di tengah ketidakpastian pasar global.

Dengan meningkatnya permintaan global terhadap CPO, keberlanjutan harga yang menguntungkan bagi petani menjadi sangat penting. Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mencari solusi untuk mengatasi fluktuasi harga yang merugikan petani sawit, terutama di provinsi-provinsi yang secara tradisional merupakan sentra produksi sawit di Indonesia.

Sumber:

  • Naik 40 Persen, Ekspor Produk Sawit Maret 2025 Capai Rp35,345 Triliun โ€” Sawit Indonesia (2025-04-21)
  • Tiga Provinsi Sentra Sawit Alami Penurunan Harga TBS โ€” Sawit Indonesia (2025-04-21)
  • Kinerja Ekspor CPO dan Batubara Turun Pada Maret 2025 โ€” Kontan (2025-04-21)
  • Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik 3,2 Persen, CPO Turun 0,92 Persen โ€” Kumparan (2025-04-21)
  • IHSG Dibuka di Zona Hijau Hari ini, Naik 0,19% ke 6.450 โ€” CNBC (2025-04-21)
  • Harga CPO KPBN Inacom Melorot Pada Senin (21 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah โ€” Info Sawit (2025-04-21)