Harga CPO Diprediksi Stabil di Tengah Penurunan Stok Malaysia

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.
Harga CPO diperkirakan akan berada di kisaran RM4.200 hingga RM4.300 per ton, seiring dengan penurunan stok minyak sawit Malaysia.
(2026/04/11) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan stabil di kisaran RM4.200 hingga RM4.300 per ton dalam minggu mendatang. Hal ini terjadi di tengah penurunan stok minyak sawit Malaysia yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.
Menurut Jim Teh, seorang trader senior dari Interband Group of Companies, kondisi harga saat ini dianggap menarik bagi spekulan, meskipun ada kekhawatiran terkait ketegangan geopolitik yang mempengaruhi pasar. Sentimen ini juga diperburuk oleh turunnya harga energi yang berpengaruh pada pasar minyak sawit.
Di sisi lain, laporan terbaru menunjukkan bahwa stok minyak sawit Malaysia diperkirakan akan mencapai sekitar 2,173 juta metrik ton pada akhir Maret 2026. Penurunan ini mengikuti level tertinggi dalam tujuh tahun yang tercatat pada akhir Desember 2025, yakni 3,051 juta metrik ton. Penurunan stok ini disebabkan oleh melonjaknya ekspor minyak sawit yang melebihi peningkatan produksi, terutama karena permintaan dari negara-negara besar seperti India dan China mulai melemah.
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Turun, Produksi Stabil, Dampak Eksportasi di Pasar Sawit Indonesia (8 April 2026)
- Pertumbuhan Transaksi Perdagangan Berjangka dan Penurunan Ekspor Sawit di Indonesia (22 Februari 2026)
- DPR Dorong Stabilitas Harga Sawit di Tengah Lonjakan Devisa 2025 (7 April 2026)
Data dari jajak pendapat terhadap 14 analis dan pelaku industri menunjukkan bahwa tingginya produksi tidak sebanding dengan permintaan, yang berpotensi mempengaruhi kelangsungan harga CPO ke depan. Permintaan dari negara-negara pengimpor utama, termasuk China, Pakistan, India, dan Uni Eropa, diharapkan masih akan mendukung harga CPO meskipun ada gejolak di pasar.
Melihat tren ini, pasar CPO mungkin akan terus berfluktuasi tetapi tetap dalam rentang yang relatif stabil, mengingat faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi permintaan dan harga. Proyeksi ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, peluang untuk pertumbuhan tetap ada, tergantung pada pergerakan pasar global dan keputusan dari negara-negara pengimpor.
Dengan situasi ini, pelaku industri perlu terus memantau perkembangan pasar dan respons terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga CPO. Seperti yang diungkapkan Jim Teh, "Permintaan fisik untuk CPO masih ada, tetapi kita harus waspada terhadap dinamika yang terjadi di pasar global."
Sumber: