BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO KPBN Withdraw; Bursa Malaysia Derivatives Tutup Menguat Dipicu Kedelai, Minyak Mentah, dan Kekhawatiran El Nino

20 Agustus 2026|Harga KPBN Inacom Withdraw
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO KPBN Withdraw; Bursa Malaysia Derivatives Tutup Menguat Dipicu Kedelai, Minyak Mentah, dan Kekhawatiran El Nino

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.

(2026/08/20) Harga CPO tender KPBN withdraw Rp15.755/kg; kontrak CPO Bursa Malaysia Derivatives untuk September 2026 naik RM38 ke RM4.654/ton.

(2026/08/20) Harga minyak sawit mentah (CPO) tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.755/kg pada Rabu (19/8/2026), sementara kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat untuk sejumlah bulan.

Di level tender fisik, KPBN mencatat beberapa harga pembukaan yang kemudian WD: Franco Dumai dibuka Rp15.900/kg dan penawaran tertinggi WD Rp15.755/kg; FOB Talang Duku dibuka Rp15.650/kg dan penawaran tertinggi WD Rp15.505/kg; Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.700/kg dan penawaran tertinggi WD Rp15.478/kg.

Kenaikan kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives tertuang sebagai berikut: kontrak September 2026 naik RM38 menjadi RM4.654 per ton; Oktober 2026 naik RM40 menjadi RM4.794 per ton; November 2026 menguat RM33 menjadi RM4.893 per ton; Desember 2026 naik RM29 menjadi RM4.972 per ton; Januari 2027 meningkat RM26 menjadi RM5.033 per ton; Februari 2027 bertambah RM23 menjadi RM5.071 per ton.

Info Sawit melaporkan penguatan Bursa Malaysia Derivatives didorong oleh reli harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), sentimen pasar energi, serta kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi akibat fenomena El Nino. Laporan juga mengutip Bernama bahwa penguatan harga minyak mentah dunia di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong sentimen pasar minyak sawit.

Volume perdagangan kontrak di Bursa Malaysia Derivatives justru turun menjadi 142.285 lot dari 165.588 lot pada hari sebelumnya, tetapi open interest meningkat menjadi 336.503 kontrak dibanding 333.655 kontrak sebelumnya, menunjukkan posisi terbuka yang naik meski likuiditas harian menyusut.

Harga fisik CPO untuk pengiriman September di wilayah Selatan Malaysia juga naik tercatat sebesar RM30 menjadi RM4.640 per ton, menambah konfirmasi penguatan harga di pasar fisik regional seiring kenaikan kontrak berjangka.

Di tingkat tender PKS, KPBN mencatat beberapa harga loco PKS yang mengalami WD dengan penawaran tertinggi: Loco PKS Kembayan dibuka Rp15.400 (penawaran tertinggi Rp15.305), Loco PKS Parindu dibuka Rp15.510 (penawaran tertinggi Rp15.405), dan Loco PKS Ngabang dibuka Rp15.525 (penawaran tertinggi Rp15.405).

Penguatan kontrak di Bursa Malaysia Derivatives dan kenaikan harga fisik selaras dengan faktor eksternal yang disebut laporan: reli kedelai di CBOT sebagai benchmark minyak nabati, kekuatan minyak mentah global yang dipengaruhi konflik internasional, serta risiko cuaca El Nino yang dapat menekan produksi komoditas minyak nabati.

Meski laporan mencatat pergerakan harga dan data tender, tidak ada kutipan literal dari sumber lain selain referensi Bernama seperti disebut dalam Info Sawit; rincian tender dan angka kontrak berjangka diambil langsung dari laporan KPBN dan catatan Bursa Malaysia Derivatives seperti dilaporkan Info Sawit.

Perkembangan yang perlu dicatat ke depan adalah data produksi dan ekspor Malaysia serta pembaruan cuaca terkait El Nino, yang menjadi katalis potensial bagi harga; jadwal lelang atau tender selanjutnya dari KPBN akan menentukan dinamika pasar fisik lokal.

Sumber: