Pelatihan dan kunjungan pembibitan sawit perkuat transfer teknologi bagi pelajar, penangkar, dan petani

Tangan pelatih memperagakan penanganan bibit sawit kepada peserta, melambangkan pelatihan praktik langsung bagi petani.
Pelatihan hyplug untuk siswa SMK-PP dan kunjungan pembibitan Dami Mas mempertemukan vokasi, penangkar, dan petani sawit dalam praktik pembibitan dan agronomi lapangan.
(2026/09/11) Siswa SMK-PP dan puluhan pelaku perkebunan mengikuti kegiatan pembibitan kelapa sawit yang menekankan transfer teknologi dan praktik lapangan, dari pelatihan teknologi hyplug hingga kunjungan ke pembibitan Dami Mas di Riau dan Kalimantan Selatan.
Di Banjarbaru, kegiatan pembelajaran optimalisasi pembibitan kelapa sawit dengan teknologi hyplug digelar pada Rabu, 9 September 2026, sebagai bagian dari program pendidikan vokasi SMK-PP Negeri Kementan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa dalam produksi bibit, sejalan dengan dorongan Kementerian Pertanian untuk memperluas akses pendidikan vokasi pertanian bagi generasi muda.
Pelatihan hyplug menyambung dengan agenda pertukaran pelajar; dua siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru disebut akan mengikuti program pertukaran ke Jepang dan mendapatkan arahan langsung dari Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat kunjungan ke Kantor Pusat Kementan. Wakil Menteri memberikan motivasi dan semangat kepada siswa yang akan berangkat, sementara kepala sekolah dan pejabat Pusdiktan mendampingi persiapan program tersebut.
- Astra Agro Perkuat Riset dan Benih Unggul untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit (12 Juni 2026)
- Harga TBS Kalbar Periode I Oktober 2026 Turun dari Periode IV September, Daftar Lengkap (9 Oktober 2026)
- Bank Sumsel Babel Tandatangani PKS Dukung Peremajaan Perkebunan Sawit Tahap VII 2026 (7 September 2026)
- Guru Besar USU Dorong Korporatisasi Petani Sawit untuk Atasi Fragmentasi Lahan (16 September 2026)
Sementara itu, di Jakarta dan lapangan, sekitar 70 peserta dari perusahaan perkebunan, penangkar, dan petani mengikuti kunjungan pembibitan yang diselenggarakan PT Dami Mas Sejahtera, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food. Peserta dibawa melihat proses di Bibitan Rama–Rama, Kabupaten Kampar, Riau, serta Bibitan Sungai Cantung di Kalimantan Selatan untuk memahami perawatan bibit, pemupukan, dan pengelolaan tanaman sampai fase menghasilkan.
Dami Mas memproduksi benih Dura x Pisifera (DxP) yang dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas minyak lebih tinggi dan masa panen lebih awal, dua karakteristik yang disorot sebagai penting bagi pelaku usaha dan petani. Setelah melihat proses pembibitan, kelompok kunjungan diteruskan ke tanaman yang sudah memasuki fase produksi agar peserta bisa mengaitkan praktik pembibitan dengan kinerja tanaman di kebun.
Peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kalimantan Barat, sehingga diskusi mencakup perspektif penangkar, petani, dan perusahaan. Penangkar seperti Yuniva Kurnia dari Indragiri Hulu mengatakan kunjungan memberi bekal teknis yang bisa dibagikan kepada petani mitra; peserta pengguna benih Dami Mas juga hadir untuk membandingkan pengalaman lapangan sejak menggunakan benih tersebut pada 2017.
Aktivitas pelatihan hyplug di lingkungan SMK-PP dan kunjungan pembibitan Dami Mas menyorot dua jalur transfer teknologi: formal melalui pendidikan vokasi yang mendapat dukungan Kementan, dan nonformal melalui demonstrasi lapangan oleh produsen benih. Rangkaian kegiatan ini melibatkan tatap muka langsung, praktik agronomi seperti pemupukan dan pemeliharaan bibit, serta persiapan siswa untuk pertukaran pelajar ke Jepang yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda dalam pertanian.
Sumber: