Harga CPO Diprediksi Turun Akibat Profit-Taking di Pasar Malaysia

Gambar ini menampilkan para pemimpin CPOPC dalam upaya kolaborasi industri kelapa sawit global.
Harga CPO di Bursa Malaysia diprediksi akan turun karena profit-taking, sementara harga di KPBN mengalami kenaikan tipis pada akhir pekan lalu.
(2026/04/25) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia diperkirakan akan mengalami penurunan pekan depan akibat aksi ambil untung oleh para trader. Pada Jumat lalu, harga CPO untuk kontrak bulan Mei 2026 tercatat naik menjadi RM4,517 per ton, namun diprediksi akan bergerak antara RM4,200 hingga RM4,300 per ton. Sementara itu, di Indonesia, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan sebesar Rp12/kg menjadi Rp15.500/kg.
Dalam laporan terbaru dari Bursa Malaysia, harga CPO untuk kontrak bulan Juni dan Juli masing-masing tercatat RM4,565 dan RM4,597 per ton. Kenaikan ini dipicu oleh permintaan yang kuat dari negara-negara seperti China, India, dan beberapa negara di Timur Tengah serta Eropa. Namun, trader memperingatkan bahwa profit-taking mungkin akan membatasi kenaikan harga di pasar.
Kenaikan harga di Bursa Malaysia tercatat sebagai penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir, didorong oleh meningkatnya harga minyak mentah global serta pelemahan nilai tukar ringgit. Di Indonesia, harga CPO Franco Dumai juga menunjukkan tren peningkatan, meskipun volume perdagangan tetap bervariasi. Harga CPO Loco Parindu dibuka pada Rp15.150 per kg, dengan tawaran tertinggi di Rp14.931 per kg.
Data menunjukkan bahwa selama seminggu terakhir, harga CPO di Bursa Malaysia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dengan kontrak untuk bulan Agustus naik RM160 menjadi RM4,617 per ton. Namun, banyak pelaku pasar yang mempertanyakan apakah tren ini dapat dipertahankan, mengingat adanya kemungkinan tekanan dari profit-taking di masa mendatang.
Proyeksi untuk harga CPO ke depan menunjukkan bahwa pasar mungkin akan tetap volatil. Dengan adanya permintaan yang berkelanjutan dari Asia dan Eropa, persaingan di pasar global diperkirakan akan tetap ketat. Jim Teh, trader senior dari Interband Group of Companies, menyatakan, "Kita perlu memantau dinamika permintaan dan kondisi pasar global untuk memprediksi arah selanjutnya dari harga CPO." Pernyataan ini menunjukkan perlunya perhatian yang lebih pada faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga dalam waktu dekat.
Sumber: