BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Stabilitas Harga dan Ekspor Sawit Menjadi Fokus Jelang Ramadan

22 Februari 2026|Stabilitas Harga dan Ekspor Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Stabilitas Harga dan Ekspor Sawit Menjadi Fokus Jelang Ramadan

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Jelang bulan Ramadan, Indonesia menghadapi tantangan dalam stabilitas harga pangan dan ekspor sawit, meski neraca perdagangan menunjukkan surplus.

Jelang bulan Ramadan, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan ekspor, khususnya dalam sektor kelapa sawit. Beberapa inisiatif telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan nasional untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

PT Pupuk Indonesia (Persero) melaksanakan operasi pasar pangan murah di 18 wilayah, dimulai sejak 26 Februari 2025. Upaya ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam menyediakan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, menyatakan bahwa kegiatan tersebut penting untuk mendekatkan kebutuhan pangan kepada masyarakat sekaligus menstabilkan harga.

Di sisi lain, PT Rajawali Nusindo, anak perusahaan Holding BUMN Pangan ID FOOD, juga berkontribusi dalam upaya stabilisasi harga minyak goreng. Mereka menjual minyak goreng dengan harga Rp14.500 per liter melalui operasi pasar. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri, serta menjaga harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2025 mencatat surplus sebesar USD 3,12 miliar, meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Surplus ini didorong oleh kenaikan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang mengalami peningkatan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa nilai ekspor CPO dan turunannya naik 58,35% month to month dan 89,54% year on year, menandakan permintaan yang kuat di pasar internasional.

Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya positif. Sementara ekspor mengalami lonjakan, sektor impor barang konsumsi justru menunjukkan penurunan sebesar 10,61% secara bulanan. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, menjelaskan bahwa peningkatan surplus ini disebabkan oleh kenaikan impor barang modal, seiring dengan meningkatnya aktivitas manufaktur di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, juga mengingatkan perlunya pengaturan yang lebih baik untuk memastikan harga CPO dalam negeri tetap terjangkau, terutama untuk mendukung produksi minyak goreng nasional, termasuk produk Minyakita. Jika pemerintah ingin meningkatkan produksi minyak goreng dua kali lipat, diperlukan kebijakan yang memungkinkan pasokan minyak sawit mengalir langsung dari petani ke repacker tanpa melalui perusahaan, sehingga dapat mengurangi biaya.

Di tengah semua ini, perekonomian Indonesia juga dihadapkan pada ketidakpastian global yang dipicu oleh berbagai faktor geopolitik. Hal ini dapat memengaruhi kestabilan pasar komoditas, termasuk kelapa sawit, yang merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia. Ketidakpastian ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak pada perekonomian domestik dan neraca perdagangan yang selama ini diandalkan.

Melihat semua dinamika ini, diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas pasar, terutama menjelang periode-periode penting seperti Ramadan yang menjadi momen krusial bagi masyarakat.

Sumber:

  • Pupuk Indonesia Lakukan Operasi Pasar di 18 Wilayah โ€” Sawit Indonesia (2025-03-17)
  • PT Rajawali Nusindo Menjual Minyak Goreng Rp14.500 per liter โ€” Sawit Indonesia (2025-03-17)
  • Impor Barang Konsumsi Loyo Jelang Ramadan, Ada Apa dengan RI โ€” CNBC (2025-03-17)
  • Video Cegah Kasus Minyakita, Harga CPO Dalam Negeri Harus Terjangkau โ€” CNBC (2025-03-17)
  • Terima Kasih CPO! RI Pesta Dagang 58 Bulan Beruntun โ€” CNBC (2025-03-17)
  • Surplus Dagang Indonesia Terganjal Banjirnya Impor โ€” MetroTV (2025-03-17)
  • Ketidakpastian Geopolitik Mengancam Ekonomi Indonesia โ€” Kompas (2025-03-17)
  • Februari 2025, Ekspor Indonesia Melonjak 2,58% โ€” MetroTV (2025-03-17)