BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Tantangan Program Peremajaan Sawit Rakyat: Realisasi Jauh dari Target

22 Februari 2026|Tantangan Program Peremajaan Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tantangan Program Peremajaan Sawit Rakyat: Realisasi Jauh dari Target

Kebun pembibitan sawit yang teratur menunjukkan upaya peningkatan produksi kelapa sawit di Indonesia untuk memenuhi permintaan global.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Indonesia menghadapi berbagai kendala, dengan realisasi yang jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah.

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit masih menghadapi tantangan besar. Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman, realisasi program ini pada tahun 2024 hanya mencapai 38.247 hektar (ha), jauh dari target tahunan sebesar 70.000 ha.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada 17 Februari 2025, Eddy menjelaskan bahwa dana yang telah disalurkan untuk program PSR mencapai Rp 1,295 triliun. Namun, capaian ini dianggap masih di bawah ekspektasi, mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh petani dalam memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan untuk mengikuti program ini.

Masalah administratif menjadi salah satu kendala utama yang menghambat kelancaran program PSR. Banyak petani yang kesulitan membuktikan legalitas lahan dan memenuhi syarat lain yang diperlukan. Eddy menyoroti bahwa kompleksitas persyaratan ini sering kali menjadi penghalang bagi pekebun untuk berpartisipasi secara aktif dalam program peremajaan yang seharusnya memberikan manfaat besar bagi mereka.

Selain itu, dalam laporan yang sama, terungkap bahwa pada tahun sebelumnya, realisasi program PSR bahkan lebih rendah, dengan hanya 34,24 ha yang terealisasi. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi bukan hanya masalah administratif, tetapi juga mencakup aspek lain seperti sosialisasi program yang kurang efektif dan minimnya dukungan teknis bagi petani.

Dalam konteks yang lebih luas, PSR diharapkan dapat mendorong perbaikan kualitas dan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat, serta mendukung tujuan keberlanjutan yang lebih besar dalam industri ini. Namun, dengan capaian yang terus di bawah target, diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan stakeholder terkait untuk mengatasi kendala tersebut. Ini termasuk revisi terhadap persyaratan administratif yang berbelit-belit, serta peningkatan dukungan teknis dan finansial bagi para petani.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada alokasi dana, tetapi juga pada kemauan untuk mendengarkan dan merespons kebutuhan nyata para petani. Jika tidak, potensi PSR untuk membawa perubahan positif dalam industri kelapa sawit Indonesia akan sulit tercapai.

Sumber:

  • Realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat Masih Jauh dari Target, Ini Kendalanya โ€” Info Sawit (2025-02-18)
  • BPDP: Realisasi Program PSR 2024, 38.247 hektare dengan Dana Tersalur Rp 1,295 triliun โ€” Sawit Indonesia (2025-02-18)
  • Dirut BPDP: Program Peremajaan Sawit Rakyat 2024 Capai 38.247 Hektar โ€” Agrofarm (2025-02-18)