Harga CPO KPBN Naik Tipis; Impor Minyak Nabati India Dorong Permintaan

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.
(2026/09/17) Harga CPO KPBN naik Rp56/kg ke Rp15.758/kg; impor minyak sawit India Agustus melonjak 7% menjadi 782.761 ton.
(2026/09/17) Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp15.758/kg pada Rabu (16/9/2026), naik Rp56/kg atau sekitar 0,36% dari penawaran tertinggi pada Selasa Rp15.702/kg.
Kenaikan sehari itu tercatat pada beberapa titik pasar: Franco Dumai Rp15.758/kg, FOB Talang Duku Rp15.508/kg, dan Franco Teluk Bayur tercatat dibuka Rp15.558/kg namun kemudian withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.445/kg.
Detail tender KPBN menunjukkan variasi lokasi dan penawaran: Loco PKS Bekri tercatat Rp15.658/kg (withdraw), Loco PKS Sei Tapung Rp15.519/kg, serta Loco PKS Kembayan dan Ngabang yang masing-masing mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi di kisaran Rp15.235–15.360/kg.
- Harga CPO Diprediksi Stabil di RM4,500 Didukung Ekspansi Biodiesel (24 April 2026)
- Harga CPO KPBN Withdraw; Bursa Malaysia Derivatives Tutup Menguat Dipicu Kedelai, Minyak Mentah, dan Kekhawatiran El Nino (20 Agustus 2026)
- Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Agustus 2026 USD996,52/MT, BK dan PE Disesuaikan (1 Agustus 2026)
- Harga CPO KPBN Naik, Bursa Malaysia Menguat Sejalan Kenaikan Minyak Nabati Global (12 Juni 2026)
Selain CPO, data tender mencatat harga produk lain: CPKO Franco Dumai Rp30.445/kg dan sejumlah harga inti kelapa sawit (PK) seperti Loco PKS Sawit Hulu Rp13.686/kg dan Loco PKS K. Sawit Rp13.635/kg; beberapa lokasi PK juga menunjukkan status withdraw dengan penawaran tertinggi lebih rendah dari harga pembukaan.
Berita terpisah dari India memberikan konteks permintaan global: Dilansir India Times melalui data Solvent Extractors’ Association of India (SEA), impor minyak sawit India pada Agustus 2026 naik 7% secara bulanan menjadi 782.761 ton, level tertinggi sejak Februari 2026.
Data SEA juga mencatat lonjakan impor soyoil India sebesar 26% dari bulan sebelumnya menjadi rekor 628.736 ton, sementara impor minyak bunga matahari turun 36% menjadi 160.639 ton; kombinasi ini mendorong total impor minyak nabati India ke level tertinggi dalam 11 bulan.
Penguatan pembelian oleh rafineri India menjelang musim festival menjadi faktor yang disebut-sebut mendorong kenaikan impor, sehingga kenaikan permintaan impor India berpotensi mendukung pasar ekspor CPO Indonesia dalam jangka pendek.
Pergerakan harga lokal dan data tender KPBN menunjukkan fragmentasi penawaran menurut lokasi PKS dan status withdraw, merefleksikan pasokan yang bervariasi antarwilayah dan respons pembeli domestik terhadap harga penawaran di pelabuhan dan lokasi PKS.
Kenaikan tipis Rp56/kg pada level KPBN serta peningkatan impor India menjadi sinyal permintaan luar negeri yang lebih kuat; namun beberapa catatan withdraw pada tender mencerminkan ketidakpastian pasokan di titik-titik tertentu.
Rincian tender KPBN yang dipublikasikan memberikan gambaran harga harian yang dapat menjadi acuan pemasaran eksportir dan pabrik, dengan Franco Dumai sebagai referensi harga CPO dan variasi harga untuk CPKO dan PK yang tercatat.
Perkembangan selanjutnya yang perlu dicermati termasuk data ekspor resmi, pergerakan harga di Bursa Malaysia Derivatives dan pelabuhan ekspor, serta laporan lanjut dari Solvent Extractors’ Association of India untuk melihat kelanjutan tren impor menjelang kuartal akhir 2026.
Sumber: